SENI MENGUBAH RASA MALAS
HARI KE 5 tgl 21november
(1)terus lah jaga ketulusan hati dan kejujuran,lalu biarkan dunia yang bekerja untuk kita.biarkan semesta yang bekerja untuk kita
(2)kedua teori ini sama sama menjelaskan bahwa dasarnya gelombang elektromagnetik itu sangat jauh berbeda dari teori gerakan Newton.
(3)SEBERAPA PENTINGKAH SEKOLAH ITU?
Jika banyak bertanya kepada kalian tentang seberapa pentingnya sekolah?maka,apakah yang akan menjadi jawaban kalian? Pastinya akan ada dua (2) jawaban dari pertanyaan saya tadi.ada sekelompok orang yang akan menjawab bahwa sekolah itu menambah pengetahuan.semakin tinggi kita sekolah,semakin banyak ilmu yang akan kita peroleh dan kitapun semakin mudah meraih cita”
Namun ada pula orang menjawab bahwa sekolah itu tidak penting.mereka pun memiliki alasan tersendiri.misal nya yang dibutuhkan dalam mencari pekerjaan adalah keterampilan,bukan surat tanda kelulusan.sekolah tidak penting karena banyak sekali praktik perundingan.apa pun jawab dari pertanyaan
(4)SEKOLAH ITU PENTING
Kali ini saya juga akan memberikan jawaban yang sangat diplomatis, yaitu dengan mengatakan bahwa sekolah itu penting, tapi juga tidak penting. Tentu saja, ada alasan mengapa saya memiliki dua alasan tadi. Sekarang saya mulai dari alasan.saya mengapa saya mengatakan bahwa sekolah itu penting bagi hidup kita.
Jawaban nya ini berasal dari dua kutipan penting dari Nelson Mandela. Kata-kata mutiara mantan presiden Afrika Selatan ini membuat kita semakin yakin bahwa kita memang sekolah dan tidak bole bermain-main dengan ilmu Kutipan Nelson Mandela yang pertama adalah berbunyi, EDUCATION IS THE MOST POWERFUL WEAPON WHICH YOU CAN USE TO CHANGE THE MORLD.
ARTINYA:PENDIDIKAN ADALAH SENJATA PALING KUAT YANG ANDA BISA GUNAKAN UNTUK MENGUBAH DUNIA.
SENI MENGUBAH RASA MALAS
Hari ke 6 tanggal 22november
Ada manusia yang dibekali kecerdasan linguistik, di mana ia cenderung mampu untuk berbicara, memberikan komentar kepada orang lain, suka bercerita, suka membaca buku, dan
sebagainya.
Adapula orang yang dibekali dengan kecerdasan logika matematika. Pasti a sangat jago dalam urusan hitung-hitungan, mudah mengingat angka, dan lain-lain. Ada pula orang yang dianugerahi kecerdasan visual spasial. Sehingga, ia pun jago di bidang seni rupa, lebih mudah membaca gambar daripada teks atau huruf, dan mash banyak lagi.
Kemudian, ada lagi orang yang dibekali dengan kecerdasan kinestetik. la sangat berpotensi di bidang olahraga, selalu aktif dan gemar beraktivitas fisik, mudah menirukan gerakan orang lain, dan sebagainya.
Kemudian, ada juga orang yang memiliki kelebihan dalam kecerdasan intrapersonal. Sehingga, a pun lebih suka beraktivitas di tempat yang tenang dan sepi, lebih mandiri, dan lain-lain.
Terakhir, ada juga orang yang memiliki kecerdasan naturalis. la suka melihat dan memperhatikan fenomena alam, mengumpulkan batu atau bunga-bunga, dan sebagainya. Jadi, rasanya sangat tidak adit jika seseorang hanya dihargai dari tiga hal saja, yaitu hafalan, logika, dan matematika.
Lalu kecerdasan yang lainnya,sama sekali tidak mendapatkan apresiasi yang sewajarnya
Sekolah
it memang memiliki satu tujuan, yaitu menyeragamkan semua murid. Banyak murid yang harus lolos dalam salah satu tes saja, yaitu tes yang tidak jauh-jauh dari hafalan, logika, dan hitungan. Jadi wajar saja jika ada anak yang memang tidak berbakat hafalan dan logika. Akbatnya, mereka pun gagal dalam tes tersebut. Kemudian, mereka mash harus menerima intimidasi dari orang-orang sekitar yang menyebutnya sebagai si bodoh atau si dungu.
Lalu, apakah mereka yang mendapatkan gelar genius di sekolah benar-benar mendapatkan kebahagiaan, setelah mereka tutus sekolah? Jawabannya tidak semanya seperti itu. Di sekolah mereka cenderurg "menerima". Sehingga, ketika lulus sekotah, mereka tidak tahu apa yang harus mereka Lakukan
SEBAB DUNIA BARU MEREKA SANGAT BERBEDA JAUH DARI DUNIA MEREKA KETIKA DUDUK DI BANGKU SEKOLAH ATAU UNIVERSITAS
Jadi ketika sebuah pendidikan gagal dalam mengubah sika dan tingkah laku seseorang, ada hal yang harus dipertanyakan tentang pendidikan tersebut
Hari ke 8 TANGGAL 24 November
Hal 40-50.
Setelah lulus mau kuliah atau kerja?
(1)bukti lain bahwa sekolah itu tidak begitu penting adalah karena belum adanya tujuan yang pasti. Kira-kira apa
yang akan dilakukan oleh murid-murid atau mahasiswa setelah mereka berhasil menyelesaikan pendidikannya? Hal ini pastinya sudah sering kita temui. Kita pasti sering melihat anak-anak yang kebingungan untuk melanjutkan langkahnya, setelah mereka berhasil menamatkan pendidikannya.
Saya juga pernah bertanya kepada keponakan saya. "Apa yang akan kamu lakukan setelah tulus sekolah?" Biasanya, kita akan menemukan tiga macam jawaban, yaitu kutiah, kerja, atau nikah. Jawab-an dari pertanyaan tadi pasti tidak akan jauh dari ketiga hal tersebut.pertama jawaban mereka kuliah mereka pasti masih kebingungan mau melanjutkan kuliah dimana mau memilin jurusan apa Terserah PAPA ATAU MAMA DEH, YANG Penting KUliah . AKAN lebih MENGERIKAN IAGI JiKA MEREKA MeNJAWAB, "TIRGANTUNG TEMAN ATAU PACARKU MAU KE JURUSAN APA, AKU YA IKUT SAJA Hal semacam ini benar-benar berbahaya. Bagaimana mungkin nasib mereka ditentukan oleh orangtua, teman, ataupun pacar.
Jika mereka benar-benar menganggap pendidikan it penting, harusnya mereka menyiapkannya dari awal. Seharusya, sekolah benar-benar mengarahkan muridnya pada jurusan yang mereka minati, Ketika pihak sekolah sama sekali tidak memberikan pengarahan OH NAK KAMU JAGO DALAM HAL INI SEBAIKNYA KAMU KULIAH DISINI
(2)bekerja tanpa passion itu bunuh diri
Jawaban yang kedua adalah bekerja. Namun, ketika kita urai jawaban mereka dengan sebuah pertanyaan, "Mau kerja di mana setelah (lulus sekolah?" Maka, jawabannya pun bisa macam-macam, "Entahlah, buka usaha mungkin,"
"Apa saja deh, yang penting tidak jadi pengangguran", dan sebagainya.
Jawaban semacam in lagi-lagi tidak benar, karena bekerja tanpa minat itu sama saja dengan tindakan bunuh diri. Bagaimana mungkin kita bisa bekerja di bidang yang tidak kita sukai sama sekali kalau sudah seperti ini siapa yang salah
(3)orang bodoh itu kreatif
Ha? Orang bodoh itu kreatif? Bagaimana ceritanya? Apakah itu terlalu berlebihan untuk membuat pertanyaan bahwa orang bodoh itu kreatif? Bukankah selama ini kita selalu yakin bahwa kreativitas seseorang it sangat berhubungan erat dengan kecerdasan, volume otak, prestasi akademik, dan sebagainya?
Sebelum kalian menjawab pertanyaan saya tadi, kita pelajari terlebih dahulu makna dari kata bodoh itu. Berdasarkan KBBI, kata "bodoh* itu berarti tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan sesuatu). Selain itu, kata bodoh juga bisa dimaknai sebagai sebuah kondisi di mana seseorang +dak memitiki pengetahuan (pendidikan, pengalaman).
Kalau boleh jujur, sebenarnya saya tidak begitu suka pada istilah bodoh. Kata bodoh itu lebih dekat dengan arti negatif.
Seseorang yang dikatakan bodoh, pasti identik dengan sesuatu yang bermakna negatif, seperti misalnya tidak punya otak, tidak bisa berpikir, tidak kreatif, dan sebagainya.
Saya yakin, orang-orang yang mengasumsikan bahwa bodoh itu adalah tidak punya otak dan tidak bisa berpikir adalah mereka yang tidak tahu ilmu sejarah, jarang baca buku, dan tentunya miskin ilmu
“JIKA BODOH ITU DIASUMSIKAN DENGAN TIDAK PUNYA OTAK LALU BAGAIMANA DENGAN THOMAS ALVA EDISON”
Pada saat Thomas mash duduk di bangku sekolah, dia sering kali dicap sebagai orang bodoh. Bahkan, ia sempat dikeluarkan dari sekolahnya setelah mengenyam pendidikan selama tiga tahun. Akhirnya, ibunya lebih memilih untuk mendidik Thomas di rumah saja.
Setelah Thomas beranjak dewasa, ia pernah berjualan sayur, koran, dan beraneka ragam permen di kereta. Hingga akhirnya pada suatu hari, Thomas melihat seorang anak kecil yang terjatuh di dalam gerbong kereta api. Lantas, Thomas pun menolongnya. Melihat kebaikan hati Thomas, ayah dari si anak kecil tad pun memberikan sebuah pekerjaan kepada Thomas, yaitu sebagai operator telegraf. Kaiya pertama Thomas Alva Edison adalah sebuah alat perekam suara elektronik, Saat membuatnya, a baru berusia 20 tahun, sebuah usia yang sangat muda untuk menciptakan sesuatu. Sambil bermalas-malasan di kursinya
Thomas pun berpikir bahwa sepertinya ada yang kurang dengan penemuannya itu.
Akhirya, Thomas pun memperbaiki penemuannya dan hasil penemuan tersebut dijual seharga $400.000.
(4)ORANG BODOH LEBIH MUDAH MENCARI PEKERJAAN
Saya tidak bermaksud memandang rendah pendidikan, saya hanya ingin melempar sebuah pertanyaan kepada kalian,
*Kira-kira, manakah yang lebih mudah dalam mencari pekerjaan? Apakah itu para sarjana, orang bodoh, atau orang-orang yang tidak lulus sekolah?"
Kalau saya boleh menjawab dengan jujur, saya akan menjawab bahwa orang bodoh itu jauh lebih cepat untuk mendapatkan pekerjaan daripada seorang sarjana. Sebab, orang bodoh itu tidak pernah banyak berpikir sebelum mencari pekerjaan. Hanya satu hal yang ia pikirkan,
"Sava mau kerja apa pun, selagi saya bisa“ Saya mengatakan bahwa orang bodoh itu jauh lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, karena mereka bekerja secara tulus, bukan bekerja dengan banyak perhitungan. Sekali lagi saya minta maaf, bukan berarti saya menganggap remen orang-orang yang puts sekolah dan bukan berarti say memandang rendah para lulusan universitas ternama. Hanya saja, di sini saya mau tekankan bahwa pekerjaan kita it sama sekali tidak ada hubungannya dengan prestasi akademik kita
ORANG-ORANG BODOH TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN HAL ITU.MEREKA HARUS BERKERJA DARI PADA HANYA BERDIAM DIRI DI RUMAH.
HARI KE 9 tanggal 25 November
Hal 50-60
(1)salah satu prinsip yang dipegang oleh kedua orang tua saja adalah lakukan pekerjaanmu dengan baik maka akan mendapatkan hasilnya
(2)selagi saya sudah berusaha semaksimal mungkin,saya sudah cukup senang dan akan puas dengan apa pun hasilnya
(3)kosongkan pikirkan kita,nikmati saja hari dengan mandi air hangat untuk melepaskan semua penat yang ada
(4)ketika seseorang bekerja dengan mood yang baik atau prima,hasil yang akan diperoleh pun biasanya cenderung baik.berbeda kalau dikerjakan dengan setengah hati.
HARI KE 10 tanggal 26november
Hal 60-70
(1)rileks sejenak
Saya akan terus mengingatkan bahwa makna dari kata
malas di sini bukan selalu harus bermalas-malasan, duduk di depan televisi menanti keajaiban, atau duduk di pinggir Talan sambil membicarakan banyak hal secara acak, bukan seperti itu. Kata malas ini adalah malas yang bisa mengerjakan sesuatu, seperti kebanyakan orang, tapi tidak dengan semangat yang menggebu-gebu, yang nantinya justru berujung pada
kepanikan.
Meskipun kita diperbolehkan untuk bermalas-malasan, tetap tidak boleh berlebihan. Milikilah pola hidup "serius tapi santal Meskibun
santai, kita tetap harus ingat pada tujuan awal.
Ingatlah
kembali, apa yang kita janjikan kepada kedua orangtua ketika meninggalkan kampung halaman menuju kota yang kita tinggali saat ini. Ingatlah bahwa kita akan menggunakan bekal pendidikan yang telah kita dapatkan selama ini
(2)DI LUAR SANA,ADA JUGA ORANG MENGEMBAN MISI KHUSUS UNTUK DIRINYA SENDIRI,KELUARGA,DAN BEBERAPA GOLONGAN ORANG.
(3)SEBAB,TIDAK ADA SATU PUN MANUSIA ITU YANG BENAR2 INGIN DIRINYA HANCUR ATAU MEMBIARKAN DIRINYA SENDIRI BERADA DI JURANG KEHANCURAN.
(4)SALAH SATUNYA ADALAH BANYAK SEKALI PENELITIAN YANG TELAG MEMBUKTIKAN BAHWA STRES ITU BISA MENYEBABKAN SESEORANG CEPAR TUA.
HARI KE 11 27november
HAL 70-80
(1)saya mau jadi pemalas yang terhormat saya mau jadi pengangguran yang terpandang di mata orang Meskipun kalimat tersebut terkesan berlebihan dan mengada-ada, saya tetap ingin menunjukkan bahwa say ini tidak ubahnya seperti seekor itik di atas permukaan sungai.
Saya mungkin terlihat diam, tapi mereka tidak melihat bahwa kaki saya terus bergerak. Mereka tidak melihat bahwa otak saya terus bergerak. Sehingga, saya bisa mematahkan pendapat mereka bahwa saya ini pengangguran, pemalas yang sehari-hari hanya bisa menghabiskan nasi dan berbagai lauk di balik tudung saji.
Saya hanya bermodalkan sebuah pena dan selembar kertas.
Pikiran saya melayang ke beberapa tahun silam, tepatnya ketika saya memiliki seorang sahabat yang telah lama tenang di sisi-Nya. Kemudian, saya mulai membuat sebuah plot cerita berjudul.
1 Have A Dream, sedikit mirip dengan sebuah lagu darl boy band lawas, Westlife memang. Setelah lama saya tidak mengeruk uang dari hobi menulis, saya pun mulai mendapatkannya kembali. Meskipun saat itu tidak terlalu banyak, ada rasa bangga dan bahagia yang luar biasa besarnya ketika cerpen empat halaman saya yang berjudul / Have A Dream, bisa diterbitkan di sebuah majalah remaja ternama.
Mengapa disebut dengan duck syndrome? Kita pasti pernah melihat itik di sungai, kan? Mungkin mereka terlihat tenang di permukaan, tapi tidak ada yang tahu bahwa di bawah permukaan air, kakinya terus menendang-nendang, tidak berhenti mengayuh agar tetap bisa bergerak.
Nah, seperti itulah ilustrasi malas yang saya maksud. Biarkan saja orang mengira kita terlihat santai, kita terlihat tidak melakukan sesuatu, kita terlihat malas. Tapi, biarkanlah mereka dengan pendapatnya sendiri, yang jelas kita terus bergerak.
KITA HARUS MELAKUKAN SESUATA UNTUK MEMPERBAIKI DIRI KITA DAN TERUS BERUSAHA MEWUJUDKAN SEMUA HARAPAN DAN CITA CITA KITA SELAMA INI
(2)ADA BANYAK SEKALI FAKTOR YANG MEMBUATNYA BINGUNG DAN BIMBANG SALAH SATUNYA ADALAH KARENA SEMAKIN BANYAKNYA PILIHAN HIDUP HARUS DIPILIH
(3PERCUMA SEKALI MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA TAPI KITA SENDIRI YANG TIDAK BAHAGIA
(4)SELAMA INI KITA TERLALU TAKUT KETIKA MENGECEWAKAN ORANG LAIN TAPU SAYANGNYA KITA TIDAK PERNAH TAKUT KETIKA MENGECEWAKAN DIRI KITA SENDIRI.
No comments:
Post a Comment