Wednesday, December 7, 2022

Hari ke 21

                SENI MENGUBAH RASA MALAS

                                 


Tgl 6 Desember 

Hal  140-145

Tuesday, December 6, 2022

Hari ke 20

    SENI MENGUBAH RASA MALAS 


 Tgl 5 Desember 

HAL 130-140

(1)MAIN GAME DULU,BARU BEKERJA 

Para pemalas memiliki waktu yang jauh lebih banyak untuk menyalurkan hobinya salah satu hobi yang paling digemari oleh para pemalas zaman sekarang adalah bermain gim. Mereka mengoleksi banyak sekali gim di ponsel ataupun komputernya. Terkadang mereka benar-benar sampai lupa waktu saat bermain gim. Ada banyak sekali teman saya yang bahkan harus meluangkan waktu hingga larut malam sekadar untuk bermain gim. Tapi, haruskah kita menyebut bahwa semua orang yang menghabiskan sebagian waktunya untuk bermain gim adalah orang malas? Haruskah kita memberikan lebel kepada para pemain gim sebagai orang yang tidak punya masa depan atau orang-orang yang dengan sengaja telah mempersuram masa depannya?

Ah, saya rasa kita tidak perlu berlebihan seperti itu. Tidak semua seperti itu. Adakalanya, mereka punya tujuan tertentu yang tidak kita pahami.

ADAKALANYA MEREKA HANYA MENYEGARKAN PIKIRANNYA SESAAT KETIKA SEDANG MERASA PENAT DENGAN BEBAGAI MACAM RUTINITAS DI DUNIA KERJANYA 



Saya pun juga sering melakukannya. Ketika saya sedang merasa tertekan dengan pekerjaan saya, biasanya saya berhenti seienak dan melihat ke ponsel saya. Setidanya di situ ada sebuah gim kesukaan saya.


Bukan gim yang terlalu berat sih, permainan itu hanya menembakkan balon ke arah balon yang berwarna sama. Tapi, saya merasa ada keseruan di balik gim yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Apalagi, saya mendengar bunyi letusan kecil, ketika ada beberapa balon berwarna sama yang berkumpul dalam satu baris atau saling berdekatan.


Setelah saya merasa bahwa energi saya sudah puli kembali dan saya sudah tidak merasa depresi lagi, barulah saya keluar dari aplikasi gim tersebut. Saya pun kembali pada pekerjaan saya.

Seperti itulah yang seharusya kita lakukan. Jangan sampai kita tertekan oleh pekerjaan. Dan, jangan sampai gim membuat kita lalai dengan kewajiban utama kita sebagai seorang pekerja. Saya yakin, hal semacam itu ada di pikiran para pemalas.

Mereka butuh suntikan semangat dengan sesuatu yang sedikit menghibur dan menantang adrenalin mereka. Semua itu bisa mereka dapatkan melalui sebuah gim. Ada beberapa teman saya yang kadang menyentil saya dengan sebuah sindiran, "APA KAMU TiDAK MERASA TERGANGGU DENGAN PERMAINAN iTU?" Saya hanya bisa menjawab, "Tentu saja tidak. Justru otak saya akan rusak jika saya terus-menerus berhadapan dengan lembar kerja Microsoft Excel ini." Ada juga teman saya yang bertanya, "KALAU KAMU BEKERJA SAMBiL BERMAIN GiM, KAPAN PEKER JAANMU iTU BISA SELESAi?" 


Baiklah, semua pertanyaan teman-teman saya itu sepertinya menggiring pada satu poin, yaitu bermain gim bisa mengganggu konsentrasi kita dalam bekerja. Jika bermain gim bisa mengganggu konsentrasi kita, makan dan minum pun juga bisa mengganggu konsentrasi kita dalam bekerja, dong. Selain itu, menjawab pesan di Line dan WhatsApp juga bisa mengganggu pekerjaan kita.

Padahal, kita sama-sama tahu bahwa para pekerja, pasti cenderung suka memeriksa kotak masuk di aplikasi pesan singkat mereka. Terlebih lagi, karyawan tersebut sedang menunggu-nunggu kabar penting dari seseorang. pasti dia akan berkali-kali memerika WhatsApp atau Line miliknya. Tapa kita sadari, hat kecil semacam ini pun juga bisa menghilangkan konsentrasi kita dalam bekerja.

Padahal, faktanya tidak seperti itu. BERMAIN GiM ATAU BERINTERAKSI MELALUI MEDIA SOSIAL TIDAK SELAMANYA BiSA MENGGANGGU KONSENTRASi KITA DALAM BEKERJA. Bahkan, banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa berinteraksi dengan teman melalui media sosial ataupun bermain gim ternyata bisa menyegarkan kembali pikiran para pekerja. Tidak hanya pikiran mereka saja yang segar kembali, tapi energi dan semangat kerja mereka pun akan semakin meningkat. Dan, pastinya mereka akan terbebas dari stres karena pekerjaan. Setiap orang pastinya sangat rentan terkena lewah pikir, stres, depresi, dan sebagainya. Salah satu cara untuk meredakan stres tersebut adalah melakukan sesuatu yang menghibur kita. Perlu kita ketahui bahwa hiburan dan waktu istirahat adalah dua hal yang sangat penting untuk membantu kita bertahan selama bekerja.



(2)EFEK POSITIF BERMAIN GIM

Dari deskripsi di atas, kita jadi tahu bahwa gim itu tidak selamanya berdampak negatif pada diri kita. Meskipun saya tidak terlalu suka bermain gim, saya tidak bisa menyangkal bahwa gim bisa membuat mata dan pikiran kita kembali segar.

Gim bisa membuat semangat kita kembali menyala-nyala, setelah nyaris mati karena kelelahan dengan pekerjaan yang monoton, berat, dan mungkin juga membosankan. Janganlah kita selalu memandang sebelah mata adakalanya bermain gim bisa mememberikan manfaat yang sangat besar bagi kita. PERTAMA, BERMAIN

GiM

BiSA

MENINGKATKAN

KEMAMPUAN KOGNiTiF KiTA. Berdasarkan pada sebuah

penelitian yang pernah dilakukan oleh Radbound University

di Belanda, ternyata main gim daring bisa meningkatkan

kemampuan kognitif. Artinya, dengan bermain gim, ternyata

kita bisa mengasah otak sehingga kemampuan navigasi,

berpikir, mengingat, dan menerima informasi baru dapat meningkat.


KEDUA, BERMAIN GiM BiSA MENGHiLANGKAN STRES.

Sudah disebutkan di awal bahwa stres itu adalah salah satu

bahaya yang sia mengancam siapa saja, terutama para

pekerja. Jadi, ketika kita sudah mulai jenuh dan stres saat

mengerjakan tugas-tugas kantor, kita sebaiknya berhenti

sejenak dari bekerja kita. Kemudian, mainkanlah gim favorit

kita. Untuk catatan saja, usahakan untuk memilih gim yang

bisa membuat kalian gembira, bukan gim yang membuat kita

semakin tegang, panik, atau depresi.


KETIGA, GiM BiSA MENiNGKA TKAN KETERAMPiLAN KiTA.

Hal yang mungkin jarang sekali kita sadari adalah bahwa

bermain gim ternyata bisa membantu mengembangkan

keterampilan umum, seperti mempelajari pengetahuan,

melakukan esperimen, dan berpikir kreatif. Misalnya,

memainkan gim puzzle atau beberapa gim yang menantang

kita untuk beradu strategi.


KEEMPAT, BERMAiN GiM SANGAT MEMBANTU KiTA

UNTUK MENiNGKATAN FOKUS. Pertama kali saya mendengar poin ini, saya sempat terheran-heran, "Bagaimana mungkin bermain gim bisa meningkatkan fokus kita?" api, setelah saya pikir berkali-kali, ternyata benar juga. Hal ini seperti yang disampaikan oleh seorang psikolog dan peneliti bernama C. Shawn. Beliau berkata bahwa orang-orang yang suka bermain gim aksi/gim perang ternyata mengalami peningkatan dalam visual skill atau penglihatan. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu bukti nyata bahwa ketika kita bermain gim, kualitas fokus kita akan semakin meningkat.


TERAKHiR,

BERMAIN

GiM BiSA

MENiNGKATKAN

KEMAMPUAN KITA DAlAM BERNEGOSiAsi. Zaman sekarang, kemampuan untuk bernegosiasi it adalah keterampilan nonteknis yang harus dimiliki ole setiap orang. Banyak sekali perusahaan yang mencari seseorang dengan kemampuan bernegosiasi yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bernegosiasi adalah dengan bermain gim.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di dunia gim ini, kita pasti sering bernegosiasi dengan lawan main kita. Entah it bernegosiasi soal senjata, kekuatan, strategi, atau negosiasi dalam hal lainnya.



Hari ke 19

 SENI MENGUBAH RASA MALAS

                           


 Tgl 4 Desember 

Hal 125-130

(1)KUDA PACU ITU BERNAMA KAMU 

Bagi saya, hewan yang paling menarik di dunia ini adalah

kuda. Entah kenapa, saya hanya berpikir bahwa kuda itu sangat identik dengan stamina prima. la bisa berlari cepat, melompat

kegirangan seperti seorang anak yang melihat ayahnya pulang

.dari kerja. Sungguh senang sekali melihat pemandangan

seperti itu, sama senangnya ketika saya melihat seekor kuda. Tapi jujur saja, terkadang saya sering merasa kasihan bila

melihat seekor kuda yang harus terus bekerja keras untuk

majikannya. Aku tidak tega ketika melihatnya meringkik.

Belum lagi, ketika saya harus melihatnya roboh dan melenguh panjang, seakan-akan ia sudah tidak bisa menopang tubuhnya yang berat. la tak kuat lagi menopang tubuhnya.

Belum lagi, ketika saya harus melihat seseorang yang mencambuknya agar ia segera bangkit, semakin bertambah pula rasa kasihan saya melihat pemandangan itu. Ingin rasanya saya memaki orang itu, yang seolah-olah tidak memahami bahwa kuda itu bukanlah robot. Hewan bersurai itu juga bisa merasa sakit dan kelelahan. Namun, saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya berbicara kepada diri saya, "Terima kasih, karena saya terlahir sebagai manusia, bukan sebagai seekor kuda pacu."

Apabila kita berbicara mengenai kuda, saya jadi ingat sebuah lagu lama dari grup legendaris Indonesia, Koes Plus yang berjudul "Jemu". Dalam lagu tersebut, ada lirik yang berbunyi,KERJA KERAS BAGAI KUDA DICAMBUK DAN DIDERA SEMUA TLAH KURASAKAN UNTUK MENCARI UANG KURASA BERAT KURASA BERAT…….BEBAN HIDUPKU.




Hari ke 18

 SENI MENGUBAH RASA MALAS

                           


 Tgl 3 Desember 

Hal 120-125

(1)KERJA SEBENTAR DENGAN GAJI YANG TINGGI

Hanya saja, sekarang saya bisa memahami betapa pekerjaan itu benar-benar bisa meniadi sebuah dinding pemisah antara saya dan keluarga kecil saya. Apalagi, ada si kecil di rumah yang selalu menggoda saya untuk selalu berada di sampingnya sambil menyusun balok kayu warna-warni. Senyumannya pun menggoda saya untuk berubah menjadi Joker, dan dia terus berakting sebagai

Batman si penumpas kejahatan. Kemudian, saya terus berpikir dan bertanya dalam hati, "Apa saya bisa bekerja tapa harus kehilangan waktu berkualitas saya bersama keluarga?" Setelah saya baca-baca buku dan lihat berbagai macam artikel yang diterbitkan di internet, ternyata ada sebuah pola kerja yang bisa membuat kita tetap tinggal bersama keluarga, yaitu pola kerja 4 jam saja dalam sehari. Menurut saya, pekerjaan semacam ini sangat cocok bagi mereka yang menganut gaya hidup 'malas tapi sukses: Bayangkan saja, siapa yang tidak mau jika bekerja dalam waktu yang relatif sebentar, tapi menuai hasil yang sangat fantastis. Namun, semua ini tentu saja butuh proses, tidak semudah yang kita dengar. Ada banyak hat yang harus kita pahami. Ada beberapa kebiassan yang harus kita ubah.



(2)TIM PEKERJA 4 JAM SEMINGGU

Di luar sana, ada orang yang bekerja dengan waktu yang mungkin bagi kita kurang rasional dan berbanding terbalik dengan pola kerja kita di sini. Jika di negara kita masih menganut sistem kerja from nine to five, di luar sana ada tipe karyawan yang hanya bekerja empat jam dalam satu minggu.

Ada juga yang bekerja empat atau tiga jam saja dalam sehari, dan mash banyak lagi. Pola kerja semacam itu sebenarnya sudah lama diterapkan di berbagai negara maju di dunia, salah satunya adalah Selandia Baru. Tidak sedikit dari pekerja di Selandia Baru yang pernah mengikuti sebuah riset. Mereka akan diminta bekerja selama empat hari saja dalam satu minggunya. Alhasil, riset tersebut menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. SETIDAKYA. ADA 78% DARi MEREKA YANG DINGAN SADAR MENYATAKAN BAHWA DiRiNYA JAUH LEBiH BiSA MENGATUR KESEIMBANGAN ANTARA PEKERJAAN DAN KEHIDUPANNYA. SETIDAKYA. ADA 78% DARi MEREKA YANG DINGAN SADAR MENYATAKAN BAHWA DiRiNYA JAUH LEBiH BiSA MENGATUR KESEIMBANGAN ANTARA PEKERJAAN DAN KEHIDUPANNYA. Bahkan, pada awal 2020, Perdana Menteri Finlandia yang baru, Sanna Marin menyampaikan sebuah usulan tentang perubahan sistem kerja menjadi 4 hari saja dalam seminggu.

Tidak sampai di situ saja, Sanna Marin pun mengubah jam kerja yang sebelumnya 8 jam menjadi 6 jam.

BELUM LAGI BEBERAPA KARYAWAN LEBIH SERING BERCANDA DARI PADA FOKUS BEKERJA BAGAIMANA KITA BEKERJA DI KONDISII SEMACAM ITU?

Hari ke 17

                         SENI MENGUBAH RASA MALAS

                           

 

Tgl 2 Desember 

Hal 115-120

(1)semua tentang kesadaran 

Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa berprestasi dan melakukan sesuatu yang bermanfaat sebagaimana yang dilakukan oleh orang orang rajin 

(2)orang malas cenderung cerdas dan memiliki IQ tinggi 

Banyak sekali yang mengatakan bahwa orang yang malas itu cenderung memiliki IQ tinggi. Ternyata hal tersebut in bukan hanya isapan jempol belaka. Hal in ternyata memang terbukti nyata adanya. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Florida Gulf Coast University dalam Journal of Health Psychology, para pemalas memiliki tingkat inteligensi atau intelligence quotient (IQ) yang tinggi. Rata-rata orang yang aktif secara fisik akan menggunakan waktu senggangnya untuk bergerak. Di otaknya sudah terdapat pola pikir "aku harus gerak, aku tidak boleh melamun saja:

Inilah yang kemudian membuat fisik seseorang jadi jauh lebih aktif daripada otaknya. Berbeda dari orang yang pasif. Mereka mencoba menghindar dari berbagai macam gerak fisik dan lebih suka memikirkan,

*KIRA-KIRA TANTANGAN APALAGi YANG HARUS SAYA

HADAPI UNTUK MEMBUAT DiRI SAYA JAUh LebihBAIK KE DEPANNYA?" Otaknya cenderung aktif bergerak dan akhirnya letin sendiri.

Hari ke 16

                     SENI MENGUBAH RASA MALAS

                              

Tgl 1 desember 

Hal 110-115

(1)ORANG MALAS ITU MEMILIKI JIWA ENTREPRENEUR YANG TINGGI

Orang-orang malas sebenarnya punya bakat terpendam sebagai wiraswasta atau entrepreneur. Tadi sudah dijelaskan bahwa orang malas itu cenderung kreatif. Mereka punya daya cipta yang tinggi. Otaknya selalu berputar untuk memikirkan what's next? Apa lagi selanjutnya? 

Di samping itu, orang malas juga suka pada tantangan. Dia suka mencoba sesuatu yang baru. Meskipun sedikit oportunis, orang-orang pemalas selalu berusaha menghadapi tantangan.

Mereka tidak pernah belari dari tantangan dan terus berusaha untuk menambah wawasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tantangan. Orang-orang dengan tipe seperti inilah yang memiliki kesempatan besar untuk sukses sebagai seorang entrepreneur.

Modal berupa uang memang perlu. Tapi, apa artinya memiliki wang banyak, tapi tidak punya kreativitas sama sekali dan tidak suka pada tantangan. Jad iika ingin menjadi seorang enfrepreneur, setidakya ada dug bekal yang harus kita miliki yaitu suka pada tantangan dan juga kreatif.



(2)ORANG MALAS ITU TIDAK PERNAH TAKUT SALAH


Terkadang saya sering bersyukur karena tidak pernah mendapat nilai bagus, ketika di sekolah dulu. Saya juga tidak pernah mask peringkat sepuluh besar. Ternyata efek dari tidak pernah mendapat nilai bags di sekolah itu, benar-benar bisa saya rasakan sampai detik ini. Oke, mungkin dulu saya ditertawakan karena kerap memperoleh nila buruk. Namun, sekarang saya benar-benar berterima kash kepada Tuhan karena nilai saya selalu buruk. Hal ini membuat saya tidak pernah takut salah. Ketika saya bekeria sekalipun, saya percaya bahwa kesalahan itu adalah sesuatu yang normal, bukan aib, bukan cela, atau bukan sesuatu yang memalukan. Karena saya sering mengalami kesalahan ketika berada di bangku sekolah dulu, saya jadi bisa menerima kesalahan it sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja, atau normal terjadi pada siapa saja. Saya akui, salah satu kelemahan pendidikan kita adalah masalah nilai. Seseorang dinilai 100 atau A, ketika dia sama sekali tidak melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal.

Seseorang dinilai 100 atau A, ketika dia bisa menjawab pertanyaan dengan sempurna. Hal inilah yang membuat kita sangat takut untuk berbuat salah. Athirnya, kita melakukan sesuatu

dengan sangat berhati- hati atau parahnya lagi, sering menghindari suatu pekerjaan karena takut berbuat salah.



Hari ke 15

                    SENI MENGUBAH RASA MALAS

                               

Tgl 31 November 
Hal 106-110

(1)maka orang orang malas cenderung memilih cara alternatif lain untuk menyelesaikan masalahnya 
saya lebih memilih orang malas untuk bekerja dibanding orang yang rajin sebab orang orang malas tersebut bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat cepat agar mereka lebih punya banyak waktu untuk bersantai santai 

(2)ORANG MALAS SERING MENGGUNAKAN JASA ORANG LAIN
ini bukanlah praktik perundungan tapi entah kenapa orang orang malas itu biasanya memiliki kemampuan menggoda orang lain

(3)ORANG MALAS BISA MENGGUNAKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERISTIRAHAT 

Orang malas it tidak selamanya suka bermalas-malasan.

Nah, ini harus selalu diluruskan. Mereka juga bekerja, mereka pun berkegiatan. Hanya saja, mereka tahu bagaimana caranya memanjakan diri. Mereka pun tahu bagaimana caranya mengistirahatkan badan dan pikirannya.Mereka pintar mereka tahu batas kemampuannya mereka tidak akan terlalu keras mendorong dirinya sendiri untuk bekerja mereka tahu betul 



(4)AKU TIDAK AKAN BISA PRODUKTIF JIKA BEKERJA DALAM KONDISI LELAH SEPERTI INI 



(5) ORANG MALAS ITU SUKA MENANTANG DIRINYA SENDIRI 

Sebagaimana sudah dibahas sebelumnya, para pemalas ini termasuk tipe orang yang generalis. Mereka suka melakukan berbagai hal yang belum mereka ketahui sebelumnya.

Mereka menganggap dirinya it multitasking atau serba bisa.

Walaupun sebenarnya, kemampuan dan pengetahuan mereka hanya sedikit.

Tapi, hal tersebut bukanlah suatu masalah yang berarti.

Poin terbaiknya adalah mereka menyukai tantangan. Meskipun mereka tahu bahwa pekerjaan tersebut bisa saja sulit bagi mereka, para pemalas berusaha berpikir untuk mencari cara alternatif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sekali lagi, seorang pemalas hanya malas untuk bergerak saja, tapi mereka tidak malas untuk berpikir. Mereka tahu bagaimana caranya menenangkan pikirannya sejenak untuk bisa memikirkan tentang beberapa langkah yang bisa digunakannya untuk menyelasaikan pekerjaannya tersebut.

Sifat semacam inilah yang jelas-jelas bisa mengantarkan para pemalas menuju pintu gerbang kesuksesannya.


Hari ke 14

                      SENI MENGUBAH RASA MALAS

                        


Tgl 30 November 

Hal 101-105

(1)ORANG MALAS MEMILIKI TUJUAN YANG PASTI UNTUK DIKEJAR 

Meskipun orang-orang malas itu terkesan malas dan lambat dalam berbagai hal, tapi sebenarnya mereka itu cenderung fokus dalam bekerja. Mereka benar-benar murni bekerja, mereka tidak mau konsentrasinya terkontaminasi oleh apa pun. Mereka benar-benar terlihat sangat berhati-hati untuk bisa menunjukkan kesungguhannya dalam bekerja. Saya mash ingat, dalam film Zootopia ada karakter seekor kukang yang mungkin bagi sebagian orang sangat menyebalkan. Sebagian orang pasti dibuat kesal oleh karakter yang terkesan lambat ini. Bahkan, dalam film tersebut si kukang bernama Flash in digambarkan butuh waktu yang lama untuk menstempel berkas.

BAHKAN UNTUK SEKEDAR MENGUCAPKAN “NICE TO SEE YOU TOO”

IA MEMBUTUHKAN WAKTU YANG SUPERLAMA SAMPAI SAMPAI SI TOKOH UTAMA DIBUAT KESAL BUKAN KEPALANG 



(2)ORANG MALAS LEBIH RAJIN DARIPADA ORANG ORANG CERDAS

Orang malas, biasanya lebih rajin daripada orang-orang yang terbilang cerdas. Hal in sudah saya amati sekian waktu lamanya. Beberapa kali saya berpindah tempat kerja, berkali-kali juga saya menemukan fakta bahwa orang-orang malas, datang lebih cepat daripada orang-orang cerdas. Ada 

banyak sekali alasannya. Salah satunya adalah seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya. Yaitu, mereka ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya agar bisa istirahat. Lantas, apa yang dilakukan oleh orang-orang cerdas?

Mereka biasanya datang terlambat dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan harus mempersiapkan segalanya terlebih dahutu dan sebagainya, Ada juga yang beralasan bahwa mereka terlambat karena malam harinya terlalu mengkhawatirkan tentang apa yang, akan terjadi padanya di esok hari. Berbeda dari orang malas yang sepertinya benar-benar hidup tapa beban. Mereka tidak mau dipusingkan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka hanya memiliki satu keyakinan,

SEBISA MUNGKIN SAYA HARUS MELAKUKAN YANG TERBAIK ESOK HARI


Hari ke 13

                     SENI MENGUBAH RASA MALAS


    Tgl 29 november

HAL 91-100



(1)Malas gerak itu bukan penyakit 

Dewasa ini, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan tren baru bernama mager alias malas gerak. Banyak sekali yang beranggapan bahwa mager adalah sesuatu yang tidak ada manfaathya. Namun, coba tanya kepada diri kita sendiri, manakah yang lebih tidak bermanfaat antara berdiam diri di rumah dan berada di luar rumah, tapi melakukan berbagai hal yang meresahkan orang lain.Jadi jangan pernah takut ataupun malu untuk malas gerak.TAKE YOUR TIME,NIKMATI SAJA WAKTUMU.buktikan kepada dunia bahwa tidak ada salahnya dengan mager 


(2)JADIKAN MAGER UNTUK INTROSPEKSI DIRI 

Dalam hidup ini, kita pasti tidak hanya melakukan banyak kebaikan. Adakalanya, kita pun melakukan sesuatu yang merugikan orang lain ataupun merugikan diri kita sendiri. Saat inilah, kita butuh mager. Kita butuh waktu bermalas-malasan untuk menimbang-nimbang.

untuk memanggil kembali ingatan kita tentang berbagai ha yang sudah kita lakukan selama ini. Apakah selama ini kita cenderung melakukan per-buatan yang benar-benar seratus persen baik? Apakah selama ini kita lebih banyak melakukan perbuatan yang mengintimidasi perasaan dan fisik orang lain? Coba panggil terus ingatan di otak kita. lika kita memang benar-benar lebih suka melakukan sesvatu yang tidak bermanfaat, inilah saat yang tepat untuk menata kembali niat kita. Apa sudah tepat jika status kita adalah seorang mahasiswa, tapi kita tidak pernah hadir di kelas dan hanya membuang-buang uang kiriman orangtua? Apa ya sudah tepat jika seandainya saja kita adalah pekerja, tapi kita gunakan sebagian besar waktu kerja kita untuk ngerumpi?:



(3)JADIKAN MAGER UNTUK BELAJAR 

Banyak sekali orang yang bilang kalau belajar itu butuh ketenangan. Inilah sebabnya, kebanyakan orang: sering tidak bisa konsentrasi ketika belajar di rang terbuka, belajar di tempat yang banyak anak-anak bersuara, belajar di tempat yang ramal dan sangat jauh dari ketenangan, dan

sebagainya. MAKAN MAGER BISA DIJADIKAN SEBAGAI MOMEN YANG TEPAT UNTUK BELAJAR BAGI ORANG ORANG YANG SELALU MENGUTAMAKAN KETENANGAN

  




(4)JADIKAN MAGER UNTUK MENCARI PELUANG 

JIKA SULIT BAGI KITA UNTUK MENEMUKAN PELUANG,BUKAN BERARTI BAHWA KITA SAMA SEKALI TIDAK PUNYA KESEMPATAN UNTUK MENJADI SUKSES




(5)JADIKAN MAGER UNTUK MENGISI ULANG ENERGI

JANGAN SAMPAI KITA MENGERJAKAN SEBUAH MISI BESAR HANYA BERMODALKAN SISA SISA ENERGI DARI AKTIVITAS KITA SEHARI HARI