Tuesday, December 6, 2022

Hari ke 16

                     SENI MENGUBAH RASA MALAS

                              

Tgl 1 desember 

Hal 110-115

(1)ORANG MALAS ITU MEMILIKI JIWA ENTREPRENEUR YANG TINGGI

Orang-orang malas sebenarnya punya bakat terpendam sebagai wiraswasta atau entrepreneur. Tadi sudah dijelaskan bahwa orang malas itu cenderung kreatif. Mereka punya daya cipta yang tinggi. Otaknya selalu berputar untuk memikirkan what's next? Apa lagi selanjutnya? 

Di samping itu, orang malas juga suka pada tantangan. Dia suka mencoba sesuatu yang baru. Meskipun sedikit oportunis, orang-orang pemalas selalu berusaha menghadapi tantangan.

Mereka tidak pernah belari dari tantangan dan terus berusaha untuk menambah wawasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tantangan. Orang-orang dengan tipe seperti inilah yang memiliki kesempatan besar untuk sukses sebagai seorang entrepreneur.

Modal berupa uang memang perlu. Tapi, apa artinya memiliki wang banyak, tapi tidak punya kreativitas sama sekali dan tidak suka pada tantangan. Jad iika ingin menjadi seorang enfrepreneur, setidakya ada dug bekal yang harus kita miliki yaitu suka pada tantangan dan juga kreatif.



(2)ORANG MALAS ITU TIDAK PERNAH TAKUT SALAH


Terkadang saya sering bersyukur karena tidak pernah mendapat nilai bagus, ketika di sekolah dulu. Saya juga tidak pernah mask peringkat sepuluh besar. Ternyata efek dari tidak pernah mendapat nilai bags di sekolah itu, benar-benar bisa saya rasakan sampai detik ini. Oke, mungkin dulu saya ditertawakan karena kerap memperoleh nila buruk. Namun, sekarang saya benar-benar berterima kash kepada Tuhan karena nilai saya selalu buruk. Hal ini membuat saya tidak pernah takut salah. Ketika saya bekeria sekalipun, saya percaya bahwa kesalahan itu adalah sesuatu yang normal, bukan aib, bukan cela, atau bukan sesuatu yang memalukan. Karena saya sering mengalami kesalahan ketika berada di bangku sekolah dulu, saya jadi bisa menerima kesalahan it sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja, atau normal terjadi pada siapa saja. Saya akui, salah satu kelemahan pendidikan kita adalah masalah nilai. Seseorang dinilai 100 atau A, ketika dia sama sekali tidak melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal.

Seseorang dinilai 100 atau A, ketika dia bisa menjawab pertanyaan dengan sempurna. Hal inilah yang membuat kita sangat takut untuk berbuat salah. Athirnya, kita melakukan sesuatu

dengan sangat berhati- hati atau parahnya lagi, sering menghindari suatu pekerjaan karena takut berbuat salah.



No comments:

Post a Comment