Tuesday, December 6, 2022

Hari ke 19

 SENI MENGUBAH RASA MALAS

                           


 Tgl 4 Desember 

Hal 125-130

(1)KUDA PACU ITU BERNAMA KAMU 

Bagi saya, hewan yang paling menarik di dunia ini adalah

kuda. Entah kenapa, saya hanya berpikir bahwa kuda itu sangat identik dengan stamina prima. la bisa berlari cepat, melompat

kegirangan seperti seorang anak yang melihat ayahnya pulang

.dari kerja. Sungguh senang sekali melihat pemandangan

seperti itu, sama senangnya ketika saya melihat seekor kuda. Tapi jujur saja, terkadang saya sering merasa kasihan bila

melihat seekor kuda yang harus terus bekerja keras untuk

majikannya. Aku tidak tega ketika melihatnya meringkik.

Belum lagi, ketika saya harus melihatnya roboh dan melenguh panjang, seakan-akan ia sudah tidak bisa menopang tubuhnya yang berat. la tak kuat lagi menopang tubuhnya.

Belum lagi, ketika saya harus melihat seseorang yang mencambuknya agar ia segera bangkit, semakin bertambah pula rasa kasihan saya melihat pemandangan itu. Ingin rasanya saya memaki orang itu, yang seolah-olah tidak memahami bahwa kuda itu bukanlah robot. Hewan bersurai itu juga bisa merasa sakit dan kelelahan. Namun, saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya berbicara kepada diri saya, "Terima kasih, karena saya terlahir sebagai manusia, bukan sebagai seekor kuda pacu."

Apabila kita berbicara mengenai kuda, saya jadi ingat sebuah lagu lama dari grup legendaris Indonesia, Koes Plus yang berjudul "Jemu". Dalam lagu tersebut, ada lirik yang berbunyi,KERJA KERAS BAGAI KUDA DICAMBUK DAN DIDERA SEMUA TLAH KURASAKAN UNTUK MENCARI UANG KURASA BERAT KURASA BERAT…….BEBAN HIDUPKU.




No comments:

Post a Comment